Selasa, 22 Februari 2011

pemantauan haemodinamik

PEMANTAUAN
HEMODINAMIK
PENGERTIAN
MONITORING HEMODINAMIK TERBAGI MENJADI  2 , YAITU :
1.INFASIF
2.NON INFASIF
NON INFASIF
Mengkaji status hemodinamik melalui monitoring EKG, denyut nadi, Non infasif BP,  status mental, pulse oksimetri dan produksi urine.
INFASIF
§Pemantauan tekanan melalui penempatan beberapa kateter ke dalam sistim sirkulasi yang bertujuan untuk secara terus menerus atau intermiten memantau tekanan intra arterial, intra cardial, tekanan arteri pulmonal dan parameter oksigenasi
§Informasi ini dimanfaatkan untuk mengetahui dan mengenali dengan pasti dan memperoleh hasil pengkajian yang akurat untuk mengenali adanya perubahan sirkulasi yang serius pada pasien pasien kritis.
Manfaat pemantauan infasif HM
Mengukur tekanan darah
Mengetahui gelombang tekanan di dalam ruang jantung
Tempat pengambilan sampel darah arteri
Tempat memasukan obat obatan
Pacu jantung
Komponen Infasif hemodinamik Monitoring
§Ada cateter/canule yang masuk ke ruang jantung
    ( Swanz Gand Cateter) atau pembuluh darah
§( Central Venous Cateter atau Arteri line canule )
§ Manometer yang dihubungkan langsung dengan tranduser / langsung ke kateter
§Tranduser dan monitor
§
Tranduser merupakan Suatu alat yang mampu mengubah data dari tekanan yang diterima menjadi sebuah gelombang atau angka pada  display monitor.
Parameter Infasif Hemodinamik Monitoring
Tekanan Vena Central / CVP
Tekanan arteri
Arteri pulmonal (PAP )
Kapiler arteri pulmonal  (PCWP)
Atrium kanan
Atrium kiri
Cardiac output / CO
Cardiac Index /CI
SVO2
Keuntungan pemantauan secara Infasif
Lebih akurat dan dapat dibaca secara continue
Perubahan tekanan kecil dapat dideteksi
Tercapainya optimalisasi terapi
Pengambilan sampel darah mudah
Hemat waktu
Bentuk gelombang dapat dilihat melalui sistim tranduser
Kerugian……………….
Resiko komplikasi
Butuh tenaga dan skill khusus
Kadang menunjukan hasil yang berbeda dengan kondisi klinis pasien
KAPAN MONITORING INFASIF INI MULAI DILAKUKAN ?

MASIH MERUPAKAN DEBAT ? KARENA ADA YANG BERPENDAPAT SEBAIKNYA DILAKUKAN DI CVCU/ ICU SAJA.
SEBAGIAN SETUJU DILAKUKAN SEJAK PASIEN MASUK DI IRD
Modalitas yang harus dikuasai untuk mampu memahami Infasif hemodinamik adalah memahami konsep dasarhemodinamik, yaitu :
Pre load
Afterload
Contraktility
Tekanan pada masing masing ruang jantung
CENTRAL VENOUS PRESSURE
( CVP )
CVP  berfungsi untuk mengukur :
1.Tekanan di Atrium kanan
2.Tekanan di Vena kava superior
3.Memperoleh informasi tentang volume cairan dan darah
4.Preload di jantung kanan
5.fungsi ventrikel kanan
6.Venous return
Ada 2 cara memantau CVP
Bergabung bersama kateter swans ganz
   ( pengukuran dengan pressurized system/tranduser )
Mengunakan Central Venous cateter
   ( Water manometer )
LOKASI PEMASANGAN
1.Vena subclavia
2.Vena Jugularis interna
3.Vena antecubiti
4.Vena Femoralis
Cara pengukuran CVP
Water manometer ( cm H2O )
Sistim tranduser ( mm Hg )
Cara mengubah satuan:
mmHg  jadi cmH2O   = mmHg x 1,36
cmH2O jadi mmHg    = cmH2O / 1,36
Nilai Normal CVP
3 – 11 mmHG
4 – 15 CmH2O
Analisa Gelombang CVP
§CVP punya 5 jenis gelombang
1.Gelombang a ; kontraksi atrium
2.Gelombang  x descent  ; relaksasi atrium
3.Gelombang c ; penutupan katup tricuspidalis selama fase kontraksi ventrikel
4.Gelombang v ; pengisian atrium kanan dan pengisian ventrikel kanan dimulai
vGelombang CVP dipengaruhi oleh tekanan intra thorak. Pada saat nafas spontan tekanan CVP pada inspirasi turun, ekspirasi naik
vPada saat pakai ventilator mekanik CVP naik pada saat ekspirasi turun saat inspirasi
Analisa Gelombang CVP… lanjutan
CVP sebaiknya dinilai pada saat pasien ekspirasi, karena pada saat ekspirasi ini tekanan intra thorak mendekati nilai 0.
Gelombang CVP
Komplikasi pemasangan CVC
§Pneumothorak
§Hemotorak
§Bleeding
§Infeksi
§Emboli
 Pulmonary Artery Cateter/PA
( Cateter Swans Gans )
Digunakan untuk memantau :
1.Pulmonary Artery pressure (PAP)
2.CVP
3.Pulmonary capilary Wedge Pressure (PCWP)
4.Cardiac output ( CO)
5.Cardiac Index ( CI )
6.Sistemic Vasculer Resistance (SVR)
7.Pulmonary Vasuler Resistance (PVC)
8.Stroke volume
9.Left Ventriculer End Diastolik pressure and Volume, Core body temperatur, Mixed Venous oxygen saturation
PA cateter spesification
Di design multi lumen, lumen bagian proksimal adalah untuk mengukur CVP dan jalur memasukan obat dan harus bermuara di trium kanan. Bagian distal bermuara di arteri pulmonalis lumen ini dipakai untuk mengukur PAP dan tidak boleh dipakai untuk menginfus.
Lumen balon bisa ditiup dengan udara 0,8 – 1,5 ml  untuk mencapai nilai PCWP.
Lumen termistor bisa dipakai untuk merekam tmperatur yang bisa memfasilitasi pengukuran Cardiac output (CO),
Tersedia beberapa tipe sesuai kebutuhan : ada yang menyediakan fasilitas pengukuran SVO2, CO dan CI.
Ukuran 7 – 7,5 Fr dengan panjang 110 cm.
Lokasi pemasangan : Vena jugularis interna lebih disukai karena lurus ke arah atrium kanan dan resiko hematothorax kecil
PERSIAPAN PASIEN
§Pastikan tidak ada kontraindikasi:
1.LBBB
2.Demam
3.Gangguan/kelainan katup
4.Gangguan pembekuan darah
Posisi pasien :
1.Trendelenburg
2.Desinfeksi kulit dengan obat obat desinfektan
3.Pasang precordial lead dan pasang monitor ECG
Persiapan alat ….. lanjutan
Pulmonary artery cateter, lihat ukuran dan panjang, jangan sampai keliru dengan ukuran bayi
Guide wire
Cabel yang dihubungkan dengan monitor
Cardiac output injection : Normal salin, spuit dan injectate sensor
Pressure tranduser system : NS untuk flushing, pressure bag, pressure tubing dan tranduser
Spuit 10 ml untuk mengisi masing masing lumen dengan NS
Desinfektan
Alat pelindung diri
Benang/suture untuk fkisasi cateter
Kassa steril
Three way stopcock
Death end cap ( Penutup lumen yang tidak dipakai )
Bagian bagian PA cateter
Pantau Gelombang pada saat pemasangan PA cateter
LOKASI PEMASANGAN PA KATETER
Pelaksanaan pemasangan PA cateter
§Setting semua pressure bag, tubing diisi dengan normal salin , kabel tranduser ke monitor, tentukan titik 0
§Lakukan kalibrasi jika perlu
§Lakukan desiifeksi lokasi insersi
§Lakukan anastesi lokal
§Pasang PA cateter sesuai petunjuk perusahaan
§Lihat monitor pada saat memasukan kateter ke dalam vena cava, atrium kanan, ventrikel kanan dan arteri pulmonalis.
§Pantau irama ECG selama pemasangan cateter
§Pantau adanya disritmia saat pemasangan kateter, disritmia ini terjadi karena iritasi kateter terhadap dinding ventrikel. Cara mencegah disritmia adalah dengan memasukan pelan pelan atau berhenti sementara
§Pastikan tidak balon tidak mengembang dalam waktu yang lama.
§Lakukan foto thorak setelah pemasangan.
§Jahit kateter pada permukaan kulit, pastikan panjang nya bagian yang masuk dan dokumentasikan.
§
Menganalisa Gelombang PA
PAP dan PCWP dipakai untuk memantau fungsi jantung kiri dan kelainan pada paru
Normalnya tekanan dan tahanannya rendah
Karakteristik gelombang sama dengan tekanan arteri tetapi lebih rendah
Ada gelombang a,b c. gelombang a mereffleksikan sitolik, b merefleksikan dicrotik notch, c merefleksikan diastol
Mengukur PCWP
PCWP diperoleh dari mengembangkan balon pada PA cateter sehingga balon akan menyumbat  cabang arteri pulmonalis terkecil. Sumbatan ini akan menghasilkan gelombang.
PCWP merefleksikan tekanan atrium kiri
PAP, PCWP diukur pada waktu akhir ekspirasi
Menganalisa Gelombang
Gelombang sama dengan gelombang CVP
1.Gelombang a = kontraksi atrium kiri
2.Gelombang c = penutupan katup arterioventrikular
3.Gelombang v = pengisian atrium kiri
Nilai normal PAP
SPAP 20 – 30 mmHg
DPAP 10 – 20 mmHg
MEAN PAP 10 – 15 mmHg
PCWP 4 – 12 mmHg
Komplikasi pemasangan PA kateter
Hemotorak
Pneumotorak
Bleeding
Emboli udara
Disritmia
Infeksi
Sepsis
Mengukur Cardiac Output
§Cardiac output
     Merupakan jumlah darah yang dipompakan dari ventrikel kiri ke seluruh tubuh selama
     satu menit
     Berasal dari Stroke volume x H R
     Stroke volume adalah jumlah darah yang
    dipompakan ventrikel kiri setiap konraksi
   
Pengukuran CO bisa dilakukan melalui
PA kateter
Pengukuran CO bisa dilakukan melalui PA kateter
§Mengunakan metode thermodilution
§Tehnik pengukuran cardiac output ini berdasarkan pada teori perubahan temperatur pada darah.
§Beberapa hal yang mempengaruhi cardiac output :
1.Perubahan HR
2.Preload naik meningkatkan CO, pre load turun menurunkan CO.
3.Vasokontriksi meningkatkan CO, vasodilatasi menurunkan CO
4.Hipotermia menurunkan CO
§
§

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar